KODE ETIK PERIKANAN YANG BERTANGGUNG JAWAB

Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF), 1995
Untuk mencegah terjadinya penangkapan berlebih, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah menetapkan suatu kode etik perikanan yang bertanggung  jawab, Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). Dalam kode etik, ditentukan prinsip-prinsip standar tingkah laku internasional tentang praktek-praktek yang bertanggung jawab terkait  dengan (termasuk) usaha penangkapan ikan. Walaupun bersifat sukarela, ketentuan dalam kode etik bersifat global, ditujukan bagi negara, pemerintah maupun non-pemerintah dan seluruh pihak swasta perikanan baik yang menjadi anggota maupun bukan anggota PBB.  CCRF diadopsi sejak tanggal 31 Oktober 1995, dan termasukkategori soft law. Dengan demikian Pemerintah Indonesia tidak merasa perlu untuk menetapkan peraturan khusus dalam meratifikasi CCRF.
Seluruh aturan dalam CCRF ditujukan untuk membantu negara-negara pantai di dunia dalam membangun dan mengembangkan perikanan, dengan dasar pemanfaatan berkelanjutan dari sumber daya perikanan.  CCRF menjelaskan bagaimana perikanan harus diatur secara bertanggungjawab, dan bagaimana kegiatan perikanan  harus diterapkan sesuai dengan peraturan nasional masing-masing negara. Walaupun tidak menyebutkan Kawasan Konservasi Perairan secara khusus,  CCRF memandang konservasi sebagai salah satu pendekatan  yang sangat penting dalam pengelolaan perikanan.  CCRF menyebutkan kata konservasi sampai 70 kali, dalam pendekatan pemanfaatan sumber daya perikanan berkelanjutan. Beberapa ketentuan konservasi tersebut antara lain, ialah:
• Para pihak dan pengguna sumber daya ikan harus melakukan tindakan konservasi terhadap ekosistem perairan (laut). Hak menangkap ikan harus diikuti dengan kewajiban untuk melakukan konservasi dan pengelolaan sumber daya perairan secara efektif.
• Pengelolaan perikanan harus mampu mempertahankan kualitas, diversitas dan ketersediaan sumber daya ikan bagi generasi sekarang dan yang akan datang. Langkah-langkah pengelolaan tidak hanya ditujukan pada konservasi ikan-ikan yang menjadi target penangkapan, tapi juga spesies lain yang menempati ekosistem yang sama dan ikan lain yang tergantung dari keberadaan ikan target.
• Setiap negara yang terlibat dalam penangkapan ikan di laut harus melakukan prinsip atau pendekatan kehati-hatian dalam konservasi, pengelolaan dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya ikan sesuai dengan informasi terbaik yang tersedia saat itu. Namun kurangnya informasi ilmiah ini tidak dijadikan alasan untuk menunda langkah-langkah konservasi terhadap spesies target.
• Semua jenis habitat penting untuk perikanan, seperti lahan basah, bakau, terumbu karang, tempat pembesaran dan pemijahan ikan harus dilindungi dan  direhabilitasi. Pengelola perikanan harus mengambil langkah-langkah yang penting untuk melindungi habitat tersebut dari perusakan, degradasi, polusi dan dampak lain yang disebabkan oleh aktifitas manusia, yang bisa menurunkan kesehatan (viabilitas) sumber daya ikan.
• Setiap negara, harus  mengintegrasikan kepentingan perikanan tangkap, termasuk kebutuhan untuk konservasi sumber daya perikanan, dalam rencana pengelolaan wilayah pesisir terpadu.
• Keragaman hayati pada habitat dan ekosistem perairan harus dikonservasi, ikan yang terancam punah harus dilindungi.
Konsep pengelolaan perikanan berdasarkan Code of Conduct for Responsible Fisheries dalam pelaksaannya di Indonesia sebagian telah diterapkan dengan beberapa penyesuaian. Sebab di Indonesia pengelolaan perikanan adalah multidimensi, tidak hanya melibatkan aspek social ekonomi tetapi juga masyarakat nelayan. Unsur yang utama dalam konsep CCRF adalah Negara dan masyarakat nelayan bersama-sama mengelola perikanan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dalam pelaksanaan dibutuhkan pengawasan yang optimal dari Negara agar dapat menjamin konservasi dan mengadakan tindakan-tindakan pengaturan yang tepat bagi penangkapan ikan di semua perairan Indonesia. Tanggung jawab Negara berguna untuk pemeliharaan jenis ikan bermigrasi jauh agar dapat berkelanjutan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s