Mekanisme Kerja Saraf Ikan

  1. Mekanisme kerja syaraf ikan ketika melihat mangsa

Ikan memiliki pola tingkah laku tersendiri dalam sistem rantai makanan. Terutama ikan karnivora memiliki kebiasaan memangsa ikan-ikan yang lebih kecil. Contoh ikan pemangsa seperti ikan gabus (Channa striata) dan ikan hiu martil (Sphyrna zygaena). Ketika ikan-ikan predator tersebut merasakan lapar di saat itu terjadi sebuah mekanisme syaraf di dalamnya. Rasa lapar kenyang terjadi karena adanya informasi pusat syaraf yang berasal dari central origin. Naik turunnya kadar glukosa mengindikasikan bahwa ikan tersebut lapar atau kenyang. Naiknya glukosa darah menandakan bahwa ikan sedang kenyang, dengan arti lain nafsu makan berkurang karena energi yang dibutuhkan oleh tubuh terpenuhi. Begitu juga sebaliknya saat kadar glukosa darah turun, maka ikan akan merasa lapar sehingga diperlukan makanan untuk memenuhi kebutuhan energinya. ekanisme terjadinya perubahan kadar glukosa darah selama stress dimulai dari diterimanya informasi penyebab faktor stress oleh organ reseptor. Selanjutnya informasi tersebut disampaikan ke otak bagian hipotalamus melalui sistem syaraf. Kemudian hipotalamus memerintahkan sel kromafin untuk mensekresikan hormon katekolamin melalui serabut syaraf simpatik.Adanya katekolamin ini akan mengaktivasi enzim­-enzim yang terlibat dalam katabolisme simpanan glikogen, sehingga kadar glukosa darah mengalami peningkatan. Pada saat yang bersamaan hipotalamus otak mensekresikan CRF (corticoid releasing factor) yang meregulasi kelenjer pituitari untuk mensekresikan ACTH (adreno corticotropic hormone). Hormon tersebut akan direspon oleh sel interenal dengan mensekresikan kortisol. Sementara pada saat ikan stress kadar glukosa terus naik untuk mengatasi homeostasis akibat stress terhadap perubahan fisiologis. Hiperglisemia akan berakibat buruk bagi ikan. Ini berawal dari naiknya kadar kartisol dalam darah akibat stress yang akan memobilisasi glukosa dari cadangan yang disimpan oleh tubuh ke dalam darah, sehingga glukosa dalam darah mengalami kenaikan. Naiknya kadar glukosa darah tersebut dibutuhkan untuk proses memperbaiki homeostasis selama stress, namun kebutuhan energi dari glukosa tersebut akan dapat terpenuhi apabila glukosa dalam darah dapat segera masuk ke dalam sel, dan ini sangat bergantung pada kinerja insulin. Naiknya kadar kortisol akan mengurangi kerja insulin di dalam darah. Saat stress dengan berkurangnya insulin maka kadar glukosa darah terus meningkat karena keterbatasan insulin yang memobilisasi glukosa darah ke dalam sel semakin lambat. Dengan tingginya kadar glukosa di dalam darah tersebut maka sinyal dari pusat syaraf menandakan bahwa ikan merasa kenyang, dan ikan tidak mau makan.

2. Mekanisme kerja syaraf ikan untuk mengenal lawan jenis

Setiap jenis ikan listrik memiliki ciri sinyal yang berbeda-beda. Bahkan, bisa ada perbedaan antar ikan dalam satu jenis. Walaupun demikian, bentuk umum tetap tak berubah. Beberapa perincian saja yang khusus pada masing-masing ikan tersebut. Ketika ikan betina berenang melewati ikan jantan maka ia akan langsung merasakannya dan langsung menanggapi.salah satu ikan yang dapat mengenal lawan jenisnya melalui sinyal listrik adalah ikan gajahan (Gnathonemus petersi). Feromon seks pada ikan, akan menarik ikan jantan dari betina yang akan bertelur. Pejantan yang paling sensitif akan datang terlebih dahulu. Pada beberapa jenis anggrek, diproduksi feromon yang menyerupai feromon yang disekresi kumbang betina, untuk menarik kumbang jantan untuk membantu proses penyerbukan. Identifikasi dan sintesis feromon telah memberikan berbagai keuntungan, misalnya sebagai cara paling ramah lingkungan dalam mengontrol hama . Feromon dapat digunakan untuk menggiring hama ke dalam jebakan ataupun membingungkan pejantan sehingga mereka tidak dapat menemukan betinanya. Sifat spesifitas yang tinggi dan toksisitas yang rendah berdampak utuhnya ekosistem. heromones merupakan stimuli kimia yang berkaitan erat dengan proses reproduksi.  Dalam suatu populasi pheromon berfungsi untuk menunjukkan status suatu individu ikan agar dapat dikenali oleh individu lainnya(Bond,1979). Ikan-ikan betina yang siap memijah biasanya akan mengeluarkan pheromon atau bau-bauan tertentu sehingga dapat menarik kehadiran ikan jantan.  Pheromon dan bau-bauan juga digunakan untuk mengenali kehadiran ikan lain yang berbeda spesies atau berasal dari populasi yang berbeda.  Mekanisme ini  digunakan oleh ikan untuk mempertahankan daerah teritorialnya dari ikan asing.  Pada ikan Goldfish, sex pheromone juga digunakan oleh ikan jantan untuk membedakan ikan betina yang sudah matang kelamin dengan ikan betina yang belum matang kelamin (Bjerselius et al., 1995). Hingga saat ini mekanisme kerja dan sintesis pheromon dalam tubuh ikan belum banyak diketahui.  Tetapi di Amerika pheromon telah digunakan untuk membatasi populasi ikan asing di perairan, antara lain ikan-ikan jenis Puntius sp.  Populasi ikan ini meningkat sangat cepat di kebanyakan sungai dan danau di Amerika sehingga dikuatirkan akan mengganggu keberadaan ikan asli, karena itu populasinya dibatasi.  Pembatasan dilakukan dengan cara pemusnahan selektif, yaitu dengan menggunakan pheromon untuk mengumpulkan ikan Puntius sp., kemudian dilakukan penangkapan. Bjerselius et al. (1995) mengatakan bahwa ikan Goldfish menunjukkan peningkatan aktifitas gerak dan peningkatan konsentrasi gonadotropin II dalam plasma sebagai respon terhadap keberadaan sex pheromone 17alpha,20beta-P di perairan.  Namun demikian kecepatan renang ikan tersebut tidak mengalami perubahan.   Selanjutnya dikatakan bahwa konsentrasi sex pheromone 17alpha,20beta-P yang dilepaskan oleh ikan Goldfish menurun sesaat sebelum ovulasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s