Tingkat Kematangan Gonad Menurut Kesteven

      Tingkat kematangan gonad merupakan pengelompokan kematangan gonad ikan berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi pada gonad. Digunakannya Kesteven dalam penentuan Tingkat Kematangan Gonad pada ikan dikarenakan isi lebih spesifik. Dimana maksudnya adalah mewakili keadaan tahap-tahap perkembangan kematangan gonad. Berikut adalah tingkatan pada ikan jantan, dari Kesteven yang dikutip dari  Mar’ati (2007), tingkat kematangan gonad ikan jantan adalah sebagai berikut:
Tingkat1 : Remaja, testis sangat kecil, transparan sampai kelabu
Tingkat 2 : Remaja berkembang, testis jernih berwarna abu-abu sampai kemerahan.
Tingkat 3 : Perkembangan I, testis berbentuk bulat telur berwarna kemerahan karena lebih banyak pembuluh darah kapiler. Testes mengisi hamper setengah bagian rongga badan ventral.
Tingkat 4 : Perkembangan II, testis berwarna kemerahan sampai putih, tidak keluar sperma jika perut di tekan. Testis mengisi kurang lebih dua per tiga rongga badan bagian bawah.
Tingkat 5 : Dewasa, testis berwarna putih dan keluar cairan sperma jika ditekan bagian perutnya.
Tingkat 6 : Mijah, sperma keluar jika bagian perut di tekan
Tingkat 7 : Mijah/salin, testes belum kosong sama sekali.
Tingkat 8 : Pulih salin, testes jernih, bewarna abu-abu sampai kemerahan

Sumber : Mar’ati, K. 2007. PENGARUH DOSIS DAN LAMAPENYIMPANAN PENGENCER SUSU SKIM KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN IKAN MAS (Cyprinus carpio L.).

http://lib.uin-malang.ac.id/thesis/fullchapter/02520052-kurnia-marati.ps

     Kemudian untuk ikan betina sendiri hampir sama. Menurut Wahyuningsih dan Barus (2006), dasar yang dipakai untuk menentukan tingkat kematangan gonad dengan cara morfologi adalah bentuk, ukuran panjang dan berat, warna dan perkembangan isi gonad yang dapat dilihat. Kesteven (Begenel & Braum (1968)) membagi tingkat kematangan gonad dalam beberapa tahap yaitu:

a. Dara. Organ seksual sangat kecil berdekatan di bawah tulang punggung, testes dan ovarium transparan, dari tidak berwarna sampai abu-abu. Telur tidak terlihat dengan mata biasa.
b. Dara Berkembang. Testis dan ovarium jernih, abu-abu merah. Panjangnya setengah atau lebih sedikit dari panjang rongga bawah. Telur satu persatu dapat terlihat dengan kaca pembesar.
c. Perkembangan I. Testis dan ovarium bentuknya bulat telur, berwarna kemerah-merahan dengan pembuluh kapiler. Gonad mengisi kira-kira setengah ruang ke bagian bawah. Telur dapat terlihat seperti serbuk putih.
d. Perkembangan II. Testis berwarna putih kemerah-merahan, tidak ada sperma kalau bagian perut ditekan. Ovarium berwarna oranye kemerah-merahan. Telur dapat dibedakan dengan jelas, bentuknya bulat telur. Ovarium mengisis kira-kira dua pertiga ruang bawah.
e. Bunting. Organ seksual mengisi ruang bawah. Testis berwarna putih, keluar tetesan sperma kalau ditekan perutnya. Telur bentuknya bulat, beberapa dari telur ini jernih dan masak.
f. Mijah. Telur dan sperma keluar dengan sedikit tekanan di perut. Kebanyakan telur berwarna jernih dengan beberapa yang berbentuk bulat telur tinggal dalam ovarium.
g. Mijah/Salin. Gonad belum kosong sama sekali, tidak ada telur yang bulat telur.
h. Salin. Testis dan ovarium kosong dan berwarna merah. Beberapa telur sedang ada dalam keadaan dihisap kembali.
i. Pulih Salin. Testis dan ovarium berwarna jernih, abu-abu merah.

Sumber : Wahyuningsih, H dan Barus. 2006. Buku Ajar Ikhtiologi. Universitas Sumatera Utara : Medan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s